Edy Rahmayadi jawab kontroversi Luis Milla


Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mengaku sanggup membayar gaji Luis Milla sebesar 30 miliar per tahun TribunJateng.com, melihat melalui siaran TVone yang diunggah di akun Youtube TV one pada Senin (26/11/18). Edy Rahmayadi mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia mengaku terus melakukan evaluasi. Bahkan ia mengaku kecewa dengan kelahan tersebut. Edy menyebutkan bahwa kulaitias Timnas U-23 kualitasnya tidak terlalu bagus. "Saya sadar bahwa rakyat Indonesia kecewa, sama saya sangat kecewa, tapi perlu diketahui bahwa ini adalah kenyataan pahit, jauh-jauh hari memang ini yang kita khawatirkan, usia senior dalam piala AFF itu memang secara kuantitas memang sangat kurang, bagaimana kita menuntut untuk kualitas," ujarnya. Edy Rahmayadi lantas menyebut bahwa Timnas U-23 para pemainnya ada yang berusia lebih dari 30 tahun. "Pada saat itu dari hasil kita melakukan evaluasi, telekosting dari Luis Milla, kita mengambil langkah naturalisasi, sempat kita lakukan naturalisasi dan pada telekosting tidak terpilih, bahkan mayorutas pemain di usia senior ini di dominasi usia 23 yang mantan-mantan pemain Asian Games, diperkuat dengan itu ada usianya yang menjelang 38 tahun, memang minim kualitas pemain-pemain kita," ujarnya. Ketua PSSI itu lantas mengatakan bahwa ia telah berupaya memanggil Luis Milla, namun menurutnya, Luis Milla justru tidak bisa hadir. "kita sudah berusaha memanggil Luis Milla, namun Luis Milla tidak bisa hadir," ujarnya. Edy lantas mengapresiasi kepada seluruh tim baik mangaer, atlet dan para pelatih yang telah berupaya keras. "ini suatu kendala yang kita hadapi dan berusaha membesarkan diri dan berlatih di waktu yang ada, kita mohon maaf, maksimal kita sudah berbuat, kita lihat coach dengan semua manager sudah berbuat melatih para atlet, dan para pemain juga sudah berusaha begitu keras," ujarnya. Terkait dengan permainan timnas di piala AFF, Edy Rahmayadi memberikan komentar dan meminta maaf dengan hasil kekalahan Timnas. Edy Menyebut bahwa Luis Milla merupakan pelatih dengan bayaran paling mahal. Ia menjelaskan bahwa gaji Luis Milla 30 miliar setahun. "Luis Milla ada banyak diberitakan bahwa PSSI tidak mampu mengaji Luis Milla, itu tidak benar, Luis Milla adalah termahal di Asia Tenggara, Luis Milla setahun 30 miliar, PSSI siap melakukan itu, pada saat selesai Asian Games, dia begitu kecewa, dia kembali dan bergabung dengan PSSI, dan pada akhirnya ia tidak hadir, Indonesia tidak bisa dijanjikan oleh orang dan dikecilkan dengan hal seperti itu, dan akhirnya kita rapatkan coach untuk senior adalah Bima Sakti.," ujar Edy. Diketahui sebelumnya, Luis Milla gagal membuat U-23 Indonesia melaju ke babak semifinal Asian Games 2018, sekaligus membuat Luis Milla harus mundur dari jabatannya sebagai pelatih. Pelatih asal Spanyol itu ditargetkan mampu membawa tim sepak bola putera Indonesia lolos setidaknya pada semifinal Asian Games 2018. "Kontrak Luis Milla itu kan sampai akhir Agustus ini, kanti kami perpanjang atau tidak diperpanjang itu kan tergantung prestasi," tegas Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi di Jakarta, Rabu (1/8/2018). Selama dikontrak sebagai pelatih Timnas U-23 Indonesia, Luis Milla memang diketahui belum pernah mempersembahkan prestasi apapun. Namun, di tahun 2017 ia pernah membawa Timnas U-22 Indonesia mendapat medali perunggu dalam ajang SEA Games 2017 Malaysia. Padahal, kala itu Luis Milla ditargetkan membawa pulang medali emas untuk Indonesia. Terlepas dari kegagalannya, para pengurus dan penggemar sepak bola layak memberikan apresiasai dan mengucap terima kasih kepada pelatih berusia 52 tahun itu. Milla memang tak mampu membawa Timnas Indonesia mendapat emas ataupun melaju hingga semifinal, namun setidaknya ia telah menanamkan kepercayaan diri kepada para pemain Indonesia untuk menjadi pesepak bola yang berkualitas. (TribunJateng.com/Woro Seto) Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BONEK SPM ONLINE